Category Archives: New Idea

Set your idea to bring the world into your main

PART III

Anakku…

Bila ibu boleh memilih 
duduk berlama-lama diruang rapat
Atau duduk dilantai menemanimu 
menempelkan puzzle
Maka ibu memilih 
bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, 
engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak..
Maafkan ibu….
Percayalah nak, 
ibu sedang menyempurnakan 
puzzle kehidupan kita..
Agar tidak ada 
satu kepingpun bagian 
puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu…
Percayalah nak….
Engkau adalah 
selalu menjadi belahan nyawa ibu….
Advertisements

PART II

 Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, 
atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu
Karena dengan menyusuimu 
ibu telah membekali hidupmu 
dengan tetesan-tetesan dan tegukan yang sangat berharga.
Merasakan kehangatan bibir 
dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa 
yang orang lain tidak bisa rasakan.

PART I

Anakku…
Bila ibu boleh memilih
apakah ibu harus operasi Caesar
atau ibu harus berjuang melahirkanmu…
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam,

menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki 
salah satu pintu surga.
Karena kedahsyatan perjuanganmu 
untuk mencari jalan keluar ke dunia
sangat ibu rasakan.
Dan saat itulah kebesaran Allah 
menyelimuti kita berdua.
Malaikat tersenyum diantara peluh 
dan erangan rasa sakit.
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan 
kepada siapapun.
Dan ketika engkau hadir, 
tangismu memecahkan dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit dan derita sirna 
melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,

kalimat syahadat kebesaran Allah

dan penetapan hati tentang junjungan kita 
Rasulullah ...ditelinga mungilmu.

BILA IBU BOLEH MEMILIH

Anakku…

Bila ibu boleh memilih  

Apakah ibu berbadan langsing 

atau berbadan besar karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu 

ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah…
Sembilan bulan nak…

Engkau hidup diperut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan 
ketika jantung ibu berdetak karena bahagia
Engkau menendang rahim ibu 
ketika engkau merasa tidak nyaman..
Karena ibu kecewa dan berurai air mata….

 

(dikutip dari: Comment milik Mas Sugeng yg dikirim kepada Mbak Syafhiera I (TAGGED)

GIMANA CARA BELAJAR YANG NYAMAN?

Langkah-langkah belajar yang nyaman adalah dengan mengetahui

  • diri sendiri
  • kemampuan belajar anda
  • proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
  • minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan

Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, ada proses-proses untuk mencapai tahap-tahap tertentu.

Empat langkah untuk belajar.
Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan “Pedoman Belajar” yang lain.

Mulai dengan masa lalu 

 

Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah andaWhat was your experience about how you learn? Did you

  • senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
  • mengetahui cara menringkas?
  • tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
  • meninjau kembali?
  • punya akses ke informasi dari banyak sumber?
  • menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
  • memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?

Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?

Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?

Teruskanke masa sekarang  Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian saya?Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?

Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?

Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?

Pertimbangkan
proses,
persoalan utama
Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti?Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?

Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?

Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?

Apakah saya berhenti dan meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?

Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi dengan “pelajar-pelajar” lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari “para ahli”, guruku atau pustakawan atau ahliawan?

Buat
review
Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
Apakah rencana saya serupa dengan “diri sendiri”?Apakah saya memilih kondisi yang benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?

Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan anda?

Halaman ini digambarkan dari “metacognition”, istilah yang diciptakan oleh Flavell (1976), dan

MENGATUR JADWAL BELAJAR

– tip ini ditujukan bagi siswa/mahasiswa dalam mengatur jadwal belajar secara efektif –

Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.

Pedoman:

Perhatikan waktumu.

Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.

Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.

Ketahuilah kapan kamu produktif.

Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat membantu untuk:

Membuat daftar “Kerjaan”. Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan, kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti, apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.

Membuat jadwal harian/mingguan. Catat janji temu, kelas dan pertemuan pada buku/tabel kronologis. Selalu mengetahui jadwal selama sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk menyambut besok.

Merencanakan jadwal yang lebih panjang. Gunakan jadwal bulanan sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu. Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.

Rencana Jadwal Belajar Efektif:

Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
Prioritaskan tugas-tugas.
Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
Rencanakan juga “deadline”.
Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

HANIF KE NIN … ALEEYA KESEPIAN

HANIF DIBAWA OPUNG … ALEEYA

Dua hari lalu, Rabu, 7 Mei …. Kami agak sibuk … pagi-pagi gak rush…. umi siap-siap untuk ngajar abang dan A’a siap-siap ke sekolah, A’a masuk jam 8, abang agak sedikit siang jam 9.30, Umi ada kelas jam 9.

Wah … rabu adalah hari paling ramai … pagi hari yang gaduh, … bala bantuan datang tepat sekitar jam 7.30, nin dan opung datang suasana agak terkendali, anak-anak sudah dipersiapkan – mereka sudah makan pagi tinggal mandi dan mengenakan seragam. Hanif putra ketiga kami … belum sekolah umur 3 menjelang 4 tahun, biasanya dia punya kesibukan sendiri, kalau nggak nonton dora atau siapa sih nama si petualang tapi versi laki-lakinya … O ya Diego … biasanya pagi-pagi bangat dia sudah nonton. Tontonan tersebut sengaja kami berikan untuk melatih kemampuan berbahasanya, nampaknya cukup efektif juga, ada banyak kosa kata yang dia rekam dan diulang-ulang persis tontonannya. Nah… kalau nggak nonton kadang dia cari perhatian … minta ini itu … cuci tangan ke kamar mandi, pipis dan minta dipakaikan celananya kembali hanya oleh umi tidak oleh abang, a’a … mereka kadang cukup kooperatif mau membantu uminya dalam beberapa hal, walau masih harus menggunakan pengeras suara agar permintaan bantuan itu sedikit mendapat perhatian.

Abi dan Aleeya, kami masih dikamar menghabiskan gelap tersisa, gorden jendela kamar belum dibuka … jadi suasana terasa seperti masih malam saja, padahal kalau dibuka … sinar mentari bisa masuk langsung menembus kaca cendela kamar tanpa sungkan.

Suasana rumah seperti ini, seolah ritual – dan kejadian-kejadian  serupa ini akan menjadi kenangan bagi kami bersama dibeberapa tahun ke depan. Waktu itu tak lama lagi.

Biasanya – ketika Abang dan A’a berangkat ke sekolah mereka – yang dirumah tersisa Aleeya dan Hanif saja. Suasana agak berbeda, agak sepi – tanpa ada teriakan-teriakan panjang abi atau umi sekedar mengingatkan anak-anak tentang apa yang menjadi tanggungjawab mereka, memberitahu, mengajarkan, mengingatkan dan mengingatkan kembali adalah kewajiban abi- umi.

Tepat pada rabu itu, ketika pulang malamnya umi laporan, Hanif dibawa Opung, pantesan tempat tidur anak-anak agak lowong – biasanya ditempat tidur anak-anak mereka (Abang, A’a dan Hanif) numpuk kaki dan kepala kadang saling beradu, pemandangan luar biasa.

Esok paginya, kamis, suasana agak berbeda … terutama setelah Abang dan A’a ke sekolah, Aleeya jadi kesepian … tidak ada Hanif yang main bareng … sedikit sepi … Hanif pulang ya … umi, abi, abang, a’a dan aleeya udah kangen. ditunggu ya dirumah.  

sambungan …. PANEN LADA..

RABU, 7 MEI 2008

Singkong, ubi, talas  dan beberapa jenis palawija seperti kacang-kacangan, termasuk lada menjadi hasil utama perkebunan di kampung kami. Hasil perkebunan seperti inilah yang menghidupi kebanyakan masyarakat nelayan kampung kami selama musim pancaroba. Kehidupan berkebun kami jalani selama beberapa bulan biasanya antara november sampai pertengahan maret – perkampungan relatif sepi, karena masyarakat banyak beraktifitas diladang atau dikebun mereka – kakek kami sesekali melaut, sekedar mencari lauk pauk untuk menemani makan singkong rebus – setelah beras tidak terbeli lagi – kejadian seperti ini rutin setiap tahun, pemandangan serupa banyak ditemui diwilayah-wilayah perkampungan nelayan.

Kalau musim barat ini berkepanjangan, amunisi-amunisi terakhir keluar, ikan asin sisa ikan yang tidak terjual pada musim melaut akhirnya harus keluar juga, pucuk daun singkong, sambal terasi menjadi menu utama. Meski demikian makan dalam kondisi seperti itu biasanya terasa nikmat luar biasa. Ikan pedak dimasak berampai, campuran berbagai jenis sayuran yang dibumbu seperti memasak gangan dengan komposisi kunyit tidak sebanyak bumbu gangan sehingga kuahnya nampak agak bening, disajikan dalam keadaan masih hangat untuk menimpali rebus menggale (singkong) atau aruk gelagau (potongan singkong yang telh direndam selama dua atau tiga hari, setelah ditiriskan airnya sebagian bisa diambil untuk dimasak (gelagau) dan sebagian dijemur menjadi rap menggale (tapioka)). Musim barat di desa kami biasanya ditandai dengan turun hujan sepanjang hari selama berbulan-bulan, anginnya bertiup lebih kencang disertai petir yang menyambar-nyambar. Sebelum turun hujan, awan gelap nampak menggelayuti langit agak sulit untuk melihat matahari bersinar … ya, itu … pertanda musim barat akan berlangsung lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak jarang kami menghadapi kondisi-kondisi mencekam karena hujan deras disertai hembusan angin yang tak ubah mesin kocokan besar, berputar kesana-kemari menerbangkan daun-daun pohon. Tak akan ada orang keluar rumah pada kejadian-kejadian menghebohkan seperti itu. Disisi lain, hutan kami mulai menghijau kembali … seperti permainan sulap, beberapa bulan sebelumnya panas panjang membuat dedaunan menguning dan rontok, rumput-rumput dan ilalang dipadang-padang bekas perkebunan sementara nampak meranggas atau bahkan layu dan mati, sehingga memudahkan terjadinya kebakaran hutan, dasar hutan menjadi lembab, sisa dedaunan yang berguguran menjadi nutrisi bagi area yang sebelumnya kering kerontang. Tanah yang bernutrisi tinggi mengundang berbagai mahluk untuk memanfaatkannya. Rayap-rayap segera mengumpulkan tanah liat basah untuk memperkokoh sarang-sarang mereka yang sebelumnya sempat rapuh….begitupun mahluk-mahluk mungil lainnya, mereka saling berbagi kemamfaatan. Burung-burungpun tak ketinggalan meramaikan seisi hutan dengan kicauan mereka yang khas. Burung berebak biasanya paling aktif – mereka berloncatan kesana kemari, sulit dipahami apa sebenarnya yang membuat mereka keranjingan. Beberapa kejadian .. yang tertangkap penglihatan, kicauan itu digunakan sebagai pertanda bahaya yang disampaikannya kepada teman-teman terutama karena kehadiran ular-ular berwarna hijau dibeberapa ranting pohon. Atau tampak ada kesibukan luar biasa – mereka (burung berebak ini berkumpul dengan kawanannya dengan jumlah puluhan) nampaknya mereka sedang menikmati perhelatan dipesta perkawinan salah dua ekor temannya. Sudahlah kita tinggalkan saja berebak-berebak itu – kita akan lihat kembali ke dasar hutan, dibawah rindang pepohonan tidak jarang ditemui barisan panjang dan memutih kulat pelandok. Pemandangan ini sangat menarik terutama bagi pencari kulat (sejenis jamur), termasuk nenek kami, beliau cukup mahir berburu kulat pelandok ini, hasilnya, tentu saja menjadi salah satu menu andalan di musim barat. Cukup direbus ditambah beberapa irisan bawang merah dan masukkan beberapa cabe rawit merah, berkuah … nikmat … nikmat sekali … sungguh masakan yang menyehatkan. Sungguh Allah swt maha adil … tidak dibiarkan-Nya kami kelaparan meski beras tidak terbeli … tetapi ada banyak sekali makanan pengganti dengan kualitas yang setara dan bisa jadi lebih baik sekalipun kakek atau orang tua kami tidak melaut sebagaimana profesi mereka sebagai nelayan.

Tanaman-tanaman pohon buahpun seringnya berbuah lebat di musim barat ini. Seperti Durian, jambu, rambutan, manggis, cempedak, buah langsat (duku), sengaja Allah swt perbuahkan mereka diwaktu ini. Maaf, tidak bisa beli beras, yang saya maksud disini tidak semata karena kami kekurangan dalam hal keuangan, uang bisa jadi ada – karena ada aktifitas jual beli untuk menghasilkan uang walau tidak seberapa, seperti jual hasil panen singkong, pisang, durian, rambutan … semua itu bisa menghasilkan uang, Nah yang jadi persoalannya … pulau kami “Belitong” tidak mampu menghidupkan persawahan sehingga bisa menghasilkan beras, paling tidak untuk memenuhi konsumsi sekian puluh ribu penduduknya, Kapal-kapal barang yang biasanya berlayar membawa barang-barang kebutuhan pulau kami tidak ada yang berani untuk menentang ombak dengan ketinggian di atas tiga meter, kecuali nekad dan sengaja cari mati. Otomatis stok beras di gudang dolog menipis, distribusinya dapat dipastikan tidak untuk kekampung-kampung yang diutamakan tetapi mereka memilih mengamankan peru-perut mereka sendiri – orang-orang yang berpenghidupan agak di atas rata-rata, orang-orang kota ini jauh lebih aman, karena mereka dekat aksesnya ke gudang beras tersebut (dolog=depot logistik).

Sekali lagi keadilan yang Allah swt tunjukkan kepada kami menjadi bukti agar kita terutama keluargaku senantiasanya menjadi orang-orangg yang pandai bersyukur – tidak kufur terhadap banyaknya nikmat yang telah Dia beri selama ini.